Tahun 1912, NV. de Bouwploeg menyumbang sebidang tanah yang strategis di ujung Van Heutz boulevaard (kini Jl. Teuku Umar). P.A.J. Moojen merancang dan membangun Bataviasche Kunstkring sebagai pusat kegiatan seni di Batavia. Gedung ini menjadi babak awal arsitektur modern di Jakarta. Di tempat ini pameran arsitektur pertama di Indonesia diselenggarakan pada tahun 1925.
Bataviasche Kunstkring sangat menonjol akivitasnya pada tahun 1920an juga merupakan pusat dari semua Kunstkring yang tersebar di Bandung, Surabaya, dan beberapa kota besar lain. Kunstkring beranggotakan seniman-seniman Belanda atau Eropa yang tinggal di Indonesia.
Pameran pertama menampilkan karya-karya pelukis Belanda kelahiran Indonesia. Ruang-ruang yang luas dipergunakan untuk pertunjukkan musik dan ceramah, antara lain dari Prof. Djajadiningrat dan H.P. Berlage.
Perpustakaan menyediakan buku-buku kesenian untuk kalangan umum. Tahun 1936 dibuka museum yang menyajikan lukisan-lukisan berkelas internasional yang dipinjam dari berbagai museum di Eropa, antara lain karya Marc Chagall, Van Gogh dan Picasso.
Kuntskring bubar ketika Jepang masuk pada tahun 1942. Gedung ini pernah menjadi kantor Imigrasi Jakarta Pusat hingga tahun 1997. Setelah 10 tahun terbengkalai, sejak tahun 2008 gedung tersebut berfungsi sebagai restoran. Kemudian tanggal 5 Mei 2012 menjadi Galeri Seni Kuntskring.
Bataviasche Kunstkring